Jumat, 29 Maret 2013

Program Konversi Nilai


Salah satu tugas seorang pendidik adalah melakukan penilaian. Biasanya tiap sekolah telah membuat formulasi atau perumusan tertentu dalam proses pengolahan nilai siswa. Setelah formula ditentukan selanjutnya proses pengolahan nilai diserahkan kepada guru masing-masing mata pelajaran.

Akan tetapi setelah dilakukan penghitungan banyak ditemukan siswa yang nilainya dibawah KKM. Ini banyak dijumpai pada mata pelajaran yang dianggap siswa sulit seperti matematika misalnya.  Proses remidial telah dilaksanakan. Bahkan  tidak hanya sekali atau dua kali. Namun hasilnya tidak jauh berubah, tetap jauh dari KKM. Apalagi jika diera sekarang KKM dituntut tinggi menuju KKM ideal 75. Tantangan guru pada mapel tertentu semakin berat. Tidak jarang guru dibuat pusing oleh keadaan ini.


Jika itu terjadi pada waktu ulangan akhir semester, dimana jangka waktu pelaksanaan ulangan dengan pembagian rapor sangat singkat, dalam arti untuk melakukan perbaikan atau remidial (meskipun ini sebenarnya salah, namun hampir di setiap sekolah melaksanakan) waktunya sudah tidak mencukupi, maka guru semakin pusing dibuatnya.
Berikut ini akan penulis berikan jurus pamungkas jika keadaan di atas terjadi yaitu dengan konversi nilai. Untuk menggunakan program ini diperlukan software MS. Excel.  Tentunya semua Bapak / Ibu guru sudah mahir dalam mengoperasikan komputer.
Rumus konversi nilai yang digunakan adalah :



 Keterangan :
1.   Nilai Hasil Konversi                  :    Nilai siswa setelah dilakukan konversi (setelah dikonversi)
2.   Nilai batas bawah konversi     :    Nilai terendah yang diharapkan dalam kelompok peserta 
                                                             tes setelah dilakukan konversi
3.   Nilai batas atas konversi        :    Nilai tertinggi yang diharapkan dalam kelompok peserta tes
                                                            setelah dilakukan konversi
4.   Nilai terendah hasil tes            :    Nilai terendah sesungguhnya yang diperoleh siswa pada saat dilakukan tes ( sebelum konversi )
5.   Nilai tertinggi hasil tes             :    Nilai tertinggi sesungguhnya yang diperoleh siswa pada saat dilakukan tes ( sebelum konversi)
6.   Nilai hasil tes siswa                 :   Nilai asli yang diperoleh siswa pada saat dilakukan tes        ( sebelum konversi)


Sebagai contoh dapat dilihat berikut ini :


Dari contoh  blanko pengolahan nilai konversi dapat kita fahami bahwa dengan mematok nilai jadi tertendah 7,20 dan nilai jadi tertinggi 9,00 setelah konversi, siswa Dwi Parwanto yang memperoleh nilai tes asli 3,17 (nilai terendah hasil tes) setelah dikonversi mendapatkan nilai 7,20 (nilai terendah hasil konversi) dan Siswa Erna Yulianti yang memperoleh nilai 8,33 (nilai teringgi hasil tes) setelah dikonversi mendapatkan nilai 9,00 (nilai tertinggi hasil konversi).

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Untuk mendemonstrasikan konversi nilai ini dapat di download di sini




4 komentar:

hidayati mengatakan...

informasinya menarik pak Ratna. mksih ya. mat berkarya terus untuk kemajuan pendidikan kita... bravo..

wido mengatakan...

Terimakasih pak, ijin sedot....
ada trik lagi pak, jika ingin nilainya sesuai dengan jumah soal maka yang dikonversi bukan nilai akhirnya, namun jumlah jawaban yang benar saja....

Ratna Widayat mengatakan...

Bu Hida, terima kasih...sukses juga buat penjenengan..

Ratna Widayat mengatakan...

Pak Wido...mangga kalo berkenan...dan terima kasih infonya

Poskan Komentar

Translate

Entri Populer