Minggu, 30 November 2014

Dimensi Pengetahuan dalam Pembelajaran

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengetahuan berarti (1) segala sesuatu yg diketahui; kepandaian, (2) segala sesuatu yg diketahui berkenaan dng hal (mata pelajaran). Intinya bahwa pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui seseorang. Sedangkan definisi pengetahuan menurut para ahli, Pengetahuan ialah merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca  indera manusia yaitu : indera penglihatan, pendengaran, penciuman,  rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Soekidjo, Notoadmodjo 2003).  (Pengertian Pengetahuan Menurut Para Ahli)
Seiring dengan kebutuhan memecahkan kesulitan dalam berkarya Penguasaan pengetahuan dapat diklasaifikasikan dalam beberapa level. Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut diperlukan ketrampilan berupa mengenali data, menggambarkan, menjelaskan, memprediksi, dan mengotrol. Sebagai tenaga profesional seorang guru juga memerlukan ketrampilan tersebut. Pada tingkatan  memprediksi berarti guru dapat menjadi peramal dengan memperhitungkan yang bakal terjadi atas dasar data dan mengetahuan yang dimilikinya.

Guru profesional juga harus menguasai  ilmu pengetahuan atau materi pelajaran yang diajarkannya. Hal ini berlaku untuk semua guru, baik guru yang berpengalaman maupun yang belum berpengalaman. Tak ada toleransi bagi guru yang baru sekali pun dalam penguasaan pengetahuan sekurang-kurangnya harus menguasai sampai tingkatan mampu menjelaskan. Tingkatan lebih tinggi dari itu jika guru mempu memperediksi terhadap dampak perlakuan tiap tindakan terhadap perbaikan sikap, keterampilan, dan pengetahuan siswa. Dan puncak kepiawaian penguasaan ilmu jika guru mampu mengotrol setiap tindakannya sehingga mengetahui benar pengaruhnya terhadap siswa. 
Penguasaan pengetahuan meliputi  penguasaan fakta, konsep, prosedur, dan metakognitif.

a. Pengetahuan Faktual

Pengetahuan faktual bekaitan dengan pernyataan yang benar karena sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Misalnya, “anak itu sedang berjalan”, pernyataan itu faktual jika kenyataannya memang anak itu berjalan bukan sedang duduk. Seorang guru menguji pengetahuan faktual siswa jika pernyataan yang dibuatnya sesuai dengan kondisi yang senyatanya. Mengenali fakta tidak selalu mudah. Memperhatikan struktur luar suatu benda boleh jadi merupakan proses yang mudah, namun mengenali fakta yang abstrak memerlukan pengetahuan pendukung yang lebih banyak. Oleh karena itu, tingkat kesulitan mengenali fakta bersifat relatif. Di samping  itu yang termasuk pengetahuan adalah definisi.
Pengetahuan faktual berisi konvensi (kesepakatan) dari elemen-elemen dasar berupa istilah atau simbol (notasi) dalam rangka memperlancar pembicaraan dalam suatu bidang disiplin ilmu atau mata pelajaran (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). Pengetahuan faktual meliputi aspek-aspek pengetahuan istilah, pengetahuan khusus dan elemen-elemennya berkenaan dengan pengetahuan tentang peristiwa, lokasi, orang, tanggal, sumber informasi, dan sebagainya.

Sebagai contoh dari pengetahuan faktual adalah sebagai berikut:
1) pengetahuan tentang langit, bumi, dan matahari;
2) pengetahuan tentang fakta-fakta mengenai kebudayaan dan pranata sosial;
3) pengetahuan tentang karya tulis ilmiah dalam bentuk buku dan jurnal;
4) pengetahuan tentang simbol-simbol dalam peta;
5) pengetahuan tentang matahari yang mengeluarkan sinar panas;
6) pengetahuan tentang fakta-fakta yang penting dalam bidang kesehatan; 
7) pengetahuan tentang desa dan kota;
8) pengetahuan tentang bola dan bentuk peralatan olahraga lainnya;
9) pengetahuan tentang berbagai tindakan kriminal di masyarakat; 
10) lambang-lambang dalam matematika seperti,  lambang “5”, “+”, “”, dan “”;
11) pengetahuan tentang berbagai bentuk lukisan yang dipamerkan.

b. Pengetahuan Konseptual

Pengetahuan konseptual berkaitan dengan klasifikasi, kategori;  prinsip-prinsip, generalisasi; teori, model dan struktur. Penguasaan pengetahuan faktual ditandai dengan kemampuan mengklasifikasikan data, mengelompokan data berdasarkan ciri-ciri kesamaannya, atau berdasarkan perbedaannya; menunjukkan kekuatan atau kelemahan sebuah pernyataan, mengenali prinsip-prinsip, menyimpulkan, menguasai teori, menunjukan contoh, dan mengenali struktur.
Pengetahuan konseptual memuat ide (gagasan) dalam suatu disiplin ilmu yang memungkinkan orang untuk mengklasifikasikan sesuatu objek itu contoh atau bukan contoh, juga mengelompokkan (mengkategorikan) berbagai objek. Pengetahuan konseptual meliputi prinsip (kaidah), hukum, teorema, atau rumus yang saling berkaitan dan terstruktur dengan baik (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). Pengetahuan konseptual meliputi pengetahuan klasifikasi dan kategori, pengetahuan dasar dan umum, pengetahuan teori, model, dan struktur

Contoh pengembangan konsep yang relevan misalnya sebagai berikut:
1) pengetahuan tentang teori evolusi dan rotasi bumi;
2) pengetahuan tentang macam-macam hubungan interaksi dan sistem sosial;
3) pengetahuan tentang struktur kalimat yang benar dan bagian-bagiannya;
4) pengetahuan tentang fungsi peta dalam geografi;
5) pengetahuan tentang hukum-hukum fisika dasar;
6) pengetahuan tentang makanan sehat;
7) pengetahuan tentang prinsip-prinsip pemerintahan desa;
8) pengetahuan tentang prinsip-prinsip pertandingan dan perlombaan dalam olahraga;
9) pengetahuan tentang dasar-dasar pengembangan karakter mulia;
10) pengetahuan tentang penjumlahan dan pengurangan;
11) pengetahuan tentang prinsip-prinsip dasar melukis. 

c. Pengetahuan Prosedural

Pengetahuan prosedural adalah pengetahuan tentang bagaimana urutan langkah-langkah dalam melakukan sesuatu. Pengetahuan prosedural meliputi pengetahuan dari umum ke khusus dan algoritma, pengetahuan metode dan teknik khusus dan pengetahuan kriteria untuk menentukan penggunaan prosedur yang tepat (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). 
Penguasaan pengetahuan prosedural berarti penguasaan proses, misalnya, siswa dapat melaksanakan penelitian melalui proses yang bertahap, yaitu (1) merumuskan pertanyaan (2) merumuskan latar belakang pemikiran (3) merumuskan hipotensi (4) menguji kebenaran hipotesis melalui eksperimen (5) analisis hasil atau  menyimpulkan bahwa hipotesis benar atau salah (6) merumuskan hasil penelitian.

Penguasaan prosedur bisa juga dalam proses berpikir yang dapat diwujudkan dalam proses berpersepsi, introspeksi, mengingat, berkreasi, berimajinasi, mengembangkan ide, atau berargumentasi. Di sini terdapat penguasaan untuk merumuskan atau mengikuti tahap kegiatan sesuai dengan proses yang seharusnya.

Contoh pengetahuan prosedural antara lain sebagai berikut:
1) pengetahuan tentang prosedur pemanfaatan panas matahari sebagai sumber tenaga;
2) pengetahuan tentang prosedur pendirian organisasi sosial;
3) pengetahuan tentang mengartikan kata yang didasarkan pada analisis struktur kalimat;
4) pengetahuan tentang langkah-langkah pembuatan gambar peta;
5) pengetahuan tentang langkah-langkah pengukuran tegangan listrik;
6) pengetahuan tentang pola makan yang baik dan sehat;
7) pengetahuan tentang tata cara pemilihan kepala desa;
8) pengetahuan tentang langkah-langkah yang benar dalam start pada nomor lari dan nomor jalan;
9) pengetahuan tentang langkah-langkah pengembangan karakter mulia bagi peserta didik di sekolah; 
10) pengetahuan tentang langkah-langkah penjumlahan bilangan yang terdiri atas tiga angka;
11) pengetahuan tentang teknik-teknik penerapan dan pembuatan karya lukis menggunakan cat air di atas kanvas.

d. Pengetahuan Metakognitif

Metakognitif merupakan bagian dari memonitor diri terhadap pengetahuan pribadi. Monitoring mengacu pada cara guru mengevaluasi apa yang telah kita ketahui dan belum kita ketahui. Proses-proses yang terlibat dalam monitoring tersebut meliputi:
1) Pertimbangan permudahan belajar (easy of learning judgements)
2) Pertimbangan perasaan mengetahui (feeling of knowing judgements)
3) Pertimbangan hasil pembelajaran (judgements of goal learning)
4) Keyakinan terhadap jawaban-jawaban yang diingat (confidence of retrived answered)
Metakognitif merupakan kemampuan tertinggi penguasaan pengetahuan. Metakognitif  menurut  Livingstone (1997) adalah “berpikir tentang berpikir”. Menurut Flavell sebagaimana dikutip Livingstone menyatakan bahwa metakognisi terdiri atas dua unsur yaitu pengetahuan dan pengalaman atau regulasi. Metakognitif merujuk pada proses mengusai ilmu pengetahuan dan proses berpikir. Dalam hal ini siswa dapat menggunakan ilmu pengetahuan yang telah dikuasinya untuk membangun pengetahuan baru. Metakognitif bisa juga dimaknai memiliki pemahaman mengenai belajar tentang cara belajar.

Flavell sendiri membagi metakognitif ke dalam tiga kategori, yaitu ilmu pengetahuan tentang variabel orang, variabel pekerjaan, dan variabel strategi. Memahami tipe belajar diri sendiri termasuk variabel orangnya. Variabel pekerjaan mencakup aktivitas belajar dan langkah kegiatan berpikir berpikir pada kegaitan belajar. Belajar menjadi proses beraktivitas dan berkarya. Variabel strategi menyangkut cara yang siswa gunakan untuk mewujudkan tujuan belajar.

Meningkatkan pengetahuan metakognitif akan terlihat pada strategi guru memfasilitasi siswa mengembangkan daya belajarnya tidak hanya mengembangkan sikap, keterampilan dan pengetahuannya namun siswa terampil belajar, mengembangkan kemandirian siswa dalam menerapkan berbagai cara sehingga dapat mengembangkan pengetahuan bermodalkan pengetahuan yang dipelajarinya.

Jadi metakognitif memiliki kesamaan makna dengan berpikir tentang cara berpikir, belajar tentang belajar atau  belajar tentang bagaimana cara belajar. Pengujian terhadap kemampuan ini bisa dilakukan dengan cara menantang siswa menunjukkan kompetensinya dalam bentuk menggunakan pengetahuan yang telah dipelajarinya untuk mengembangkan inisiatif belajar secara mandiri sehingga dapat mengembangkan pengetahuan barunya. Tugas mandiri untuk mengembangkan daya inisiatif sendiri, mengembangkan ide-ide kreatif, mendisain model baru, inisiatif baru, atau mengembangkan karya inoatif merupakan cara yang sesuai untuk menghimpun informasi tentang kemampuan belajar dengan mendayagunakan ilmu yang dimilikinya.

Misalnya, siswa akan menghadapi ulangan dalam bentuk tes pilihan ganda. Siswa yang mengetahui pengetahuan metakognitif, mengetahui bahwa untuk menyelesaikan soal pilihan ganda, mereka hanya perlu menegenali jawaban yang tepat dan tidak perlu mengingat kembali informasi secara rinci seperti yang dibutuhkan dalam soal uraian. Pengertahuan kognitif ini akan mempengaruhi persiapan siswa tersebut dalam menghadapi ulanagn harian.

Jenis-Jenis Pengetahuan Metakognitif
1) Pengetahuan strategis
Pengetahuan strategis adalah penegtahuan tentang strtegi-strategi belajar dan berpikir serta pemecahan masalah.
Contohnya:
a. Pegetahuan tentang mengulang-ulang informasi merupakan salah satu cara unuk menanamkan informasi
b. Pengetahuan bahwa beraneka strategi mnemonic atau sering disebut “jembatan keledai” mempermudah mengahafal (misalnya untuk menghafal   warna   pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu menggunakan akronim “mejikuhibiniu”)
c. Pengetahuan tentang berbagai strategi elaborasi sperti memparafrase dan merangkum
d. Pengetahuan tentang berbagai strategi pengorganisasian seperti menuliskan garis-garis besar dan menggambar diagram
e. Pengetahuan untuk mererncanakan strategi seperti  merumuskan tujuan membaca, pengetahuan tentang strategi-strategi pemahaman dan pemonitoran seperti mengetes diri sendiri dan mengajukan pertanayaan kepada diri sendiri.

2) Pengetahuan tentang tugas-tugas kognitif
Pengetahuan tentang tugas-tugas kognitif adalah pengetahuan tentang kapan menggunakan strategi belajar, berpikir, dan pemecahan masalah pada kondisi dan konteks yang tepat.
Contohnya:
a. Pengetahuan baha tugas mengingat kembali (misalnya soal jawaban singkat) berbeda dengan tugas mengenali (misalnya soal pilihan ganda)
b. Pengetahuan bahwa buku sumber lebih sulit dipahami daripada buku teks atau buku populer
c. Pengetahuan bahwa buku strategi elaborasi seperti memparafrase dan mernagkum dapat membuahkan pemahaman yang mendalam
d. Pengetahuan tentang norma-norma sosial, lokal dan umum, konvensional dan kultural untuk bagaimana, kapan, dan mengapa menerapkan strategi tertentu.

3) Pengetahuan diri
Pengetahuan diri adalah pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri
Contohnya:
a. Pengetahuan bahwa dirinya mempuyai pengetahuan yang mendalam pada satu bidang, tetapi tidak mendalam pada sebagian bidang yang lain.
b. Pengetahuan bahwa dirinya cenderung mengandalkan strategi kognitif tertentu dalam situasi tertentu
c. Pengetahuan yang akurat tentang kemampuan sendiri untuk menyelesaikan tugas tertentu
d. Pengetahuan tentang minat pribadi pada tugas tertentu
e. Pengetahuan tentang keputusan pribadi tentang manfaat suatu tugas

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Sumber :
  1. http://zultogalatp.wordpress.com/2013/06/15/metakognitif-dalam-pembelajaran/
  2. http://pengertian-definisi-adalah.blogspot.com/2013/08/pengertian-pengetahuan-menurut-para-ahli.html
  3. http://download.portalgaruda.org/article.php
  4. kbbi online.web.id



Translate

Entri Populer